Monday, September 19, 2011

Hampa

saat ini
mata terbuka
hidung benapas
setiap tarikannya
bermakna kehidupan

khayalku terbang
meninggalkan tempat dimana ku beranjak
menembus dimensi ruang dan waktu
kembali kulihat masa yang sudah lalu

aku sedang dalam perantauan
berusaha mengubur memori dan luka lama
namun tiba-tiba
suara hangat hampir menyapa

lirikan pertama yang biasa
sekian detik kemudian bercanda
bicara, tertawa
berlalu
bersama

satu suapan
satu arti
satu tatapan
melihat kedalam

satu pengalaman
tak tergantikan
tak terpisahkan oleh raga
terukir dalam benak
hati
sanubari

aku hanya ingin
lepas sejenak dari raga ini
mengamati dan memastikan
kebahagiaan
walau
aku tak disana
bagiku itu sudah cukup

kubuka mata
mengingat saat ini
tanah tempat kaki ku bepijak
aku
melangkah
maju

No comments:

Post a Comment